Anda Ingin Melihat PON XIX?Yuk Lewat Virtual Reality

Anda Ingin Melihat PON XIX?Yuk Lewat Virtual Reality

2032
0
SHARE

Seperti apa suasana pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat? Jika ingin tahu, Anda tak perlu repot-repot ke Bandung. Berkat teknologi sekarang, Anda sudah dapat menikmatinya lewat aplikasi Virtual Reality (VR).

Aplikasi ini dirilis Divisi Digital Service (DDS) Telkom pada 14 September lalu untuk memperlihatkan sejumlah arena pertandingan. Anda dapat mengunduhnya di toko aplikasi Google Play Store pada tautan ini.

Dengan aplikasi ini, kata Arief Musta’in, Executive General Manager DDS Telkom, masyarakat bisa melihat sebagian besar arena pertandingan PON dengan konsep foto 360. Jangan lupa, Anda harus memakai headset VR. Headset yang direkomendasikan adalah headset lintas merek, seperti VR Shinecon, atau Samsung Gear dan LG 360 VR.

Saat Anda menggunakan VR, terdapat menu opsi yang memunculkan 50 meter-an. Jika ingin masuk stadion, cobalah mendongakkan kepala agar mendekat ke arah pintu stadion, lalu akan muncul tanda Pintu Tribun Utara. Ikuti petunjuk selanjutnya, Anda akan menyusuri lorong-lorong stadion.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sedang menjajal virtual reality buatan Telkom di Media Center Utama, Trans Luxury Hotel, Bandung, baru-baru ini.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sedang menjajal virtual reality buatan Telkom di Media Center Utama, Trans Luxury Hotel, Bandung, baru-baru ini.

Begitu Anda duduk di kursi stadion, Anda langsung dapat menikmati pemandangan dari tribun. Anda juga bisa masuk ke arena lapangan sepakbola. Selain stadion GLBA dan Si Jalak Harupat, Anda dapat melihat suasana arena lain, seperti GOR Citra Arena, Bandung.

“Kami berikan aplikasi ini gratis. Masyarakat hanya cukup mengunduh aplikasi VR dengan tulisan PON2016 Virtual Reality, lalu siapkan sendiri kacamata VR. Setelah itu, sebagian arena bisa kita nikmati dengan cuma-cuma,” ujar Arief.

Telkom menyiapkan platform ini sekitar dua bulan sebelum pelaksanaan PON XIX sebelum kemudian menggenapi dengan pembuatan aplikasi Android hingga muncul di toko aplikasi sekitar dua minggu.

“Ini menjadi uji coba pasar kami ke depannya, terutama untuk produk pemasaran yang membutuhkan konsep sejenis. Misalnya untuk melihat lokasi calon perumahan, apartemen, bahkan tak menutup kemungkinan bakal lokasi konser musik,” katanya.

Sumber : Liputan6