Pemerintah Indonesia Tidak Mau Kalah dalam Trend Virtual Reality

Pemerintah Indonesia Tidak Mau Kalah dalam Trend Virtual Reality

160
0
SHARE

Anda ingat ketika Indonesia menggelar Pekan Olah Raga Nasional (PON XIX) yang diadakan di Jawa Barat?

Disitu Pemda Jabar bekerja sama dengan Telkom melakukan suatu inovasi yang bisa dibilang pertama kali di Indonesia. Yaitu menyaksikan beberapa pertandingan atau gelaran olahraga melalui virtual reality.

Dan baru-baru ini seperti yang diberitakan oleh liputan6 di Bandung, Tim Humas Setda Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melakukan inovasi dalam menggelar suatu pameran, expo, dan atau exhibition. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bayangan awal ketika kita mendengar tentang hal tersebut adalah ruang kotak di sekat-sekat berukuran 3 x 3meter yang dipenuhi dengan beraneka ragam peraga berbahan kertas.

Dengan digunakannya teknologi virtual reality pada sebuah exhibition, diharapkan akan memberikan dampak yang positif, disamping sebuah acara yang ramah lingkungan karena paperless diharapkan dengan digunakannya sebuah teknologi virtual memberikan inovasi dan pengalaman yang berbeda.

Ade Sukalsah, Kabag Humas Pemprov Jabar mengatakan, konsep ini berisikan desain komunikasi visual platform baru, canggih, digital, dan berbasis teknologi informasi.

“Jadi, material komunikasi yang dimiliki Humas Jabar yang selama ini secara konvensional berupa kertas dsb, akan diganti dengan peralatan yang modern. Ini telah kami perlihatkan akhir pekan lalu dalam pameran Bakohumas 2016,” kata Bapak Ade di Bandung, Selasa (23/11/2016).

Menurut Ade Sukalsah, secara implementasi, ada tiga hal yang akan didapatkan pengunjung. Pengunjung sebelumnya dapat mengunduh aplikasinya terlebih dahulu di Google Play store dengan tautan di sini.

Setelah mengunduh aplikasi tersebut, pengunjung akan mendapatkan sejumlah informasi tentang potensi Jawa Barat yang ditampilkan dengan bentuk augmented reality (AR).

Pengunjung hanya perlu mengarahkan kamera ponsel (seperti halnya ketika kita akan memotret sebuah objek) ke sebuah obyek gambar berbentuk kartu yang sudah diisi AR pop info. Anda yang bermain Pokemon Go pasti mengerti caranya. AR pop info tersebut bisa saja berisi peta Jawa Barat/logo Humas Jabar, maka kelak akan muncul gambar provinsi jawa barat dengan penampakan yang lebih realistis.

“Sensasi ini pengalaman baru, seluruh konten disajikan sama lengkap dengan pameran biasa namun lebih interaktif di smartphone masing-masing pengunjung. Tapi yang jelas perbedaan mencolok dengan pameran konvensional adalah lebih ramah lingkungan sesuai tren global,” tambahnya.

Kedua, Akan disiapkan sejumlah VR headset kepada pengunjung, sehingga tidak lagi perlu harus bergerak dari satu sudut ke sudut lainnya untuk mengunjungi booth.

Pengunjung kelak hanya diam di satu posisi, di sebuah titik setengah lingkaran yang akan disajikan berbagai potensi daerah Jawa Barat seperti sektor pariwisata dengan menggunakan kamera tersebut.

Terakhir adalah menggunakan Quick Response (QR) Code. Dengan ini, pengunjung dapat melihat beragam konten terutama majalah internal Pemprov Jabar yakni Majalah Gedung Sate yang berkasnya akan disajikan dalam dua tahun terakhir.

Pengunjung hanya perlu scan QR Code yang nantinya setelah QR Code di scan langsung akan mengarahkan pengunjung ke isi QR Code tersebut. Isinya bisa bermacam-macam.

“Pada intinya Pemprov Jabar ingin memberikan sebuah sajian pameran yang canggih, modern, dan paperless. Dengan hal tersebut diharapkan mampu menyajikan informasi yang lebih edukatif dengan tampilan menghibur dan modern,” katanya.