Sensasi Jadi Batman Hingga Pembalap Sungguhan

Sensasi Jadi Batman Hingga Pembalap Sungguhan

166
0
SHARE

Setelah resmi masuk Indonesia, PlayStation VR tidak melenggang begitu saja. Sony turut menyiapkan ekosistem pendukung berupa game virtual reality.

Sebanyak 32 judul game dipastikan siap beredar di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia hingga akhir tahun 2016.

“Kurang lebih sudah ada 230 developer dan publisher game yang kami gandeng. Salah satunya adalah Ubisoft dan Take 2 Interactive,” papar Ian Purnomo, Asistant Manager Marketing Departement Sony Interactive Entertainment dalam sebuah event di Jakarta beberapa waktu lalu.

Butuh PlayStation Camera untuk menjalankan PlayStation VR.Foto: Muhammad Alif Goenawan
Butuh PlayStation Camera untuk menjalankan PlayStation VR.

Dari sekian banyak game yang dihadirkan untuk PlayStation VR, detikINET sudah menjajal beberapa di antaranya yang kebetulan disiapkan sebagai demo. Bila di ajang GameStart 2015 Singapura lalu kami sudah mencicipi judul-judul, seperti PlayStation Room VR, Summer Lesson, dan Cat N Mouse, maka di event Sony di Jakarta kemarin detikINET kembali mencoba dua judul game virtual reality anyar.

Sayang, karena keterbatasan waktu, kami hanya sempat merasakan dua judul game virtual reality, yakni Batman: Arkham VR dan Driveclub VR. Lalu seperti apa pengalaman memainkan dua game virtual reality di kedua game tadi? Simak sedikit impresi detikINET memainkan Batman: Arkham VR dan Driveclub VR berikut ini

Jadi Detektif ala Batman

 

Mode permainan Be a Batman bisa bikin Anda serasa menjadi Batman.Foto: Muhammad Alif Goenawan
Mode permainan Be a Batman bisa bikin Anda serasa menjadi Batman.

Pertama-tama kami akan menjelaskan bagaimana keseruan bermain Batman: Arkham VR. Game ini pertama kali diumbar dalam ajang Gamescom 2016 lalu. Kala itu Sony memanaskan panggung game tahunan tersebut dengan membuka booth virtual reality dan Batman menjadi salah satu game yang didemokan.

Sama seperti seri Batman: Arkham yang dirilis untuk konsol, versi virtual reality ini juga digarap oleh developer yang sama, yakni Rocksteady. Karenanya, segala bentuk environment hingga pergerakan karakter akan sama persis.

Pun desain karakter dan tetek bengeknya sama, gameplay yang diusung oleh Batman: Arkham VR ini justru berbeda. Anda tidak akan menemukan genre action dengan teknik berantem gebak gebuk di dalam game. Karena ini merupakan game virtual reality, gameplay dibuat lebih simple.

Ada dua mode permainan yang disajikan, yakni Be a Batman dan World’s Greatest Detective. Untuk mode yang pertama, Anda hanya diajak merasakan bagaimana berpakaian dan berdandan layaknya Batman. Anda berada di dalam rumah besar milik Bruce Wayne dan Alfred akan menuntun Anda untuk memasuki markas rahasia yang terletak di bawah tanah.

Untuk memainkan Batman: Arkham VR harus menggunakan PlayStation Move.Foto: Muhammad Alif Goenawan
Untuk memainkan Batman: Arkham VR harus menggunakan PlayStation Move.

Setelah berdandan termasuk diajarkan bagaimana menggunakan gadget keren milik sang Ksatria Malam itu, Anda bisa lanjut memainkan mode kedua. Sesuai namanya, Anda yang berperan sebagai Batman harus menuntaskan kasus pembunuhan yang terjadi di Gotham City.

Dengan bantuan gadget canggih yang dimiliki, Anda harus memindai segala bentuk jejak yang tertinggal di TKP. Ya, sepintas mirip dengan detective mode yang ada di serial game Batman: Arkham.

Untuk memainkan Batman: Arkham VR ini sayangnya Anda harus merogoh kocek tambahan untuk membeli PlayStation Move. Aksesoris tambahan yang sudah ada sejak era PlayStation 3 ini berfungsi sebagai tangan Anda ketika berada di dalam dunia virtual reality. Dengan tombol-tombol PlayStation Move ini Anda bisa mengambil gadget dari sabuk, hingga melempar Batarang bak Batman sungguhan.

Balapan Serasa Sungguhan

 

Kualitas grafis yang disajikan tak sesuai ekspektasi.Foto: istimewa
Kualitas grafis yang disajikan tak sesuai ekspektasi.

Dari booth demo Batman: Arkham VR, detikINET bergeser ke booth demo Driveclub VR. Mendengar judulnya pasti Anda sudah membayangkan bermain game balap, namun dengan sudut pandang orang pertama.

Ya, benar. Secara konsep Anda akan mengemudi kendaraan-kendaraan mewah dengan sudut pandang orang pertama. Tapi, bukan hanya itu. Anda bisa melongok 360 derajat dan seolah berada di dalam mobil sungguhan.

Ada dua mode permainan yang disuguhkan, yakni Race dan Time Trial. Tadinya kami ingin mencoba dua mode tadi sekaligus. Namun karena motion sickness melanda kami, terpaksa hanya mencoba satu mode permainan saja, yakni Race.

Tak dipungkiri, motion sickness masih menjadi musuh utama dalam virtual reality, terutama ketika game itu bergerak cepat seperti yang disajikan dalam Driveclub VR. Entah bagaimana cara mengakali penyakit ini.

Padahal, selama bermain Driveclub VR, kami kerap mengakali motion sickness ini dengan berbagai cara, seperti melongok ke kiri ketika berbelok ke kiri hingga mencoba untuk menunduk sementara untuk menghilangkan efek mual.

Mulanya kami merasa ini hanya terjadi pada diri sendiri. Tapi pada kenyatannya, beberapa rekan yang menjajal turut merasakan hal yang sama. “Duh mual nih. Pusing banget kepala,” begitu lah kira-kira keluhan yang disampaikan.

Karena Driveclub VR yang kami mainkan hanya bersifat demo, maka mobil yang bisa dimainkan hanya sedikit, salah satunya adalah mobil keluaran Ferrari. Sebelum memulai Anda bisa mengatur tinggi rendahnya posisi duduk hingga posisi mata memandang.

Opini detikINET

 

Anda akan menjadi seorang detektif.Foto: Muhammad Alif Goenawan
Anda akan menjadi seorang detektif.

Dari dua judul game yang dicoba, kami lebih menjagokan Batman: Arkham VR. Selain kenyamanan dalam bermain, tidak merasakan efek motion sickness, grafis yang ditawarkan lebih bagus ketimbang Driveclub VR.

Ini yang membuat kami sedikit heran. Padahal dalam berbagai video review yang ditayangkan di YouTube, kami melihat kualitas grafis Driveclub VR ini sangat bagus.

Namun, ketika bermain Driveclub VR di event Sony kemarin, kualitas grafis yang ditawarkan mirip kualitas grafis dalam game smartphone atau mungkin grafis PlayStation 3. Bahkan bisa kami nilai lebih bagus kualitas grafis smartphone ketimbang Driveclub VR ini. Masih banyak jaggies (garis kasar) yang dihasilkan.

Entah itu karena demo atau ada kesalahan laiun. Mungkin juga itu yang menjadi salah satu penyebab mengapa kami merasakan efek mual ketika memainkan game ini.

Sementara dari sisi gameplay, bagi yang menyukai permainan misteri ala detektif, Batman: Arkham VR mungkin menjadi jawaban yang tepat. Sedangkan Driveclub VR, pun Anda penggemar game balap, kami tidak bisa jamin Anda akan bertahan lama memainkan game ini tanpa keringat dingin yang mengucur di dahi.

Sumber : Detik