VIRTUAL REALITY AKAN BERKEMBANG PESAT DI CHINA

VIRTUAL REALITY AKAN BERKEMBANG PESAT DI CHINA

233
0
SHARE

Hellow guys, whats up brow…

Nǐ zěnme yàng??hihihi belajar bahasa china ya dikit-dikit (maap kalo bahasa chinanya salah >.<)

Tau gak guys, dewasa ini kalau kita membicarakan tentang teknologi ataupun tentang masalah yang rumit mengenai negara adidaya dia ASIA, negara apa yang akan kalian sebut??
Ya.. CHINA
Negara yang satu ini menjadi semakin dan semakin berkembang setelah melakukan revolusi pada tahun 1949. Di di Indonesia pun perkembangan pabrikan china dalam hal teknologi khususnya amat sangat pesat, mereka dapat bersaing dengan pabrikan-pabrikan yang sudah mempunyai nama di Indonesia seperti Apple, Samsung, Sony etc dikelasnya. Dan… china lagi-lagi menunjukkan eksistensinya terkait perkembangan dunia Virtual Reality.

Amitt Mahajan ( managing partner at Presence Capital and the co-creator of FarmVille ) sebelumnya membuat sebuah premis : “China will be a major first market for VR. High-end VR adoption in China will be primarily driven by VR arcades. Partnerships with real estate developers will accelerate the build out of these arcades”. Premis ini hanya bisa berjalan di china, karena karakteristik dan budaya yang unik dari negara yang satu ini dalam perkembangan teknologi maupun infrastruktur yang mendukung.

Amitt Mahajan setelah dua minggu berada di china, mengatakan mendapat beberapa kesimpulan menarik terkait fenomena VR di China. Kesimpulan tersebut antara lain :

  1. Terkait dengan Produk yang dipasarkan
  • Ketika Amitt Mahajan berkeliling china, terdapat pemandangan menarik dimana disetiap Mall – Mall dan tempat bermain indoor yaitu banyak sekali permainan yang sudah menggunakan teknologi VR.
  • Tidak hanya main teknologinya saja, disana banyak sekali aksesoris support (seperti baju perlengkapan, senjata, sepeda, dan produk fisik lainnya) untuk digunakan sebagai pemanis agar supaya pengalaman VR tidak mudah dilupakan gamer.
  • Memang tidak ada yang bisa dibandingkan dengan headset Vive maupun Occulus dalam hal performa. Namun banyak sekali pengalaman-pengalaman yang menarik yang bisa dinikmati di dunia VR belum bisa dipenuhi oleh kapabilitas software dari headset VR. Hal ini juga menjadi keunggulan china yang secara berkesinambungan mengembangkan teknologi VR yang didukung developer real-estate nya.
  1. Terkait Pangsa Pasar
  • Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa gamer china merupakan gamer yang mengutamakan visualitas.
  • Urban Culture di China ketika musim dingin tiba ialah indoor playground. Nah VR disini merupakan salah satu pilihan utama permainan indoor bagi semua kalangan.
  • Gamer china merupakan tipe gamer komsumtif

Dari beberapa hal ini, tidak menutup kemungkinan china akan mengungguli negara-negara lain dalam hal teknologi VR. Kita tunggu saja apakah china akan mengekspor teknologinya ke indonesia. cmiw