Virtual reality ternyata bisa bantu atasi depresi

Virtual reality ternyata bisa bantu atasi depresi

2056
0
SHARE

Meledaknya tren virtual reality kini diikuti pula dengan mewabahnya berbagai penelitian tentang apa saja manfaat teknologi yang satu ini. Yang cukup mengejutkan, ternyata VR tak hanya bisa membuat pemakainya senang menikmati konten virtual yang imersif di depan matanya, tapi juga merasa tenang.

Sebab, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University College London (UCL) dan Catalan Institution for Research and Advanced Studies (ICREA), virtual reality dinilai berhasil meredakan depresi bagi manusia. Penelitian awal yang mereka lakukan terhadap 15 pasien dari rentang usia 23 sampai 61 tahun menunjukkan bahwa 60 persen dari mereka merasakan manfaat VR dalam meredakan depresi.

Mengutip EurekAlert.org (15/02/16), Virtual Reality Therapy (VRT) yang diterapkan tim peneliti ialah dengan menyuguhkan visualisasi tubuh virtual pasien di sebuah kaca. Kemudian, mereka diminta untuk menenangkan seorang anak virtual yang sedang bersedih di hadapannya. Semakin baik pasien berinteraksi dengan anak tersebut, maka tangisannya akan berhenti dan responsnya makin positif.

Setelah itu, perspektif dibalik dari sudut pandang anak tadi. Pasien pun akan menyaksikan gestur dan ucapan yang sudah dia berikan ke anak tadi. Skenario terapi ini dilakukan tiga kali dalam seminggu selama 8 menit. Pada akhirnya, sembilan dari 15 pasien pun mengaku stresnya telah berkurang.

Sayangnya, hasil penelitian ini belum bisa 100 persen dipercayai. Pasalnya, kontrol terhadap pasien dan skala percobaannya yang masih kecil masih meragukan. Namun, peneliti telah berkomitmen untuk mengembangkan riset ini sehingga di kemudian hari hipotesis VR dapat mengurangi beban mental seseorang bisa benar-benar direalisasikan.

Sumber: Techno